Berikut adalah beberapa metrik akademik arus utama yang sering digunakan untuk mengukur kinerja peneliti dan/atau penelitian:

  1. Indeks Hirsch (h-Index): Metrik ini mengukur produktivitas dan dampak kinerja seorang peneliti. Seorang peneliti memiliki h-index n jika n publikasi dari mereka telah dikutip setidaknya n kali oleh publikasi lain.
  2. Indeks Dampak Jurnal (Journal Impact Factor): Mengukur seberapa sering artikel dalam jurnal tertentu dikutip. Ini adalah metrik yang sering digunakan untuk menilai reputasi jurnal ilmiah.
  3. Citation Count: Jumlah total kutipan yang diterima oleh publikasi peneliti. Ini menunjukkan sejauh mana peneliti atau penelitiannya telah mempengaruhi komunitas akademik.
  4. Altmetric Score: Sebuah skor yang mengukur dampak publik sebuah publikasi berdasarkan aktivitas di media sosial, berita, blog, dan platform online lainnya.
  5. Eigenfactor Score: Mengukur pengaruh jurnal ilmiah berdasarkan jumlah kutipan yang diterimanya. Eigenfactor juga mempertimbangkan kualitas kutipan dengan memberikan bobot lebih tinggi pada kutipan dari jurnal-jurnal ternama.
  6. CiteScore: Metrik yang dikembangkan oleh Scopus untuk mengukur dampak relatif dari semua dokumen jurnal yang diterbitkan dalam satu jurnal dengan jangka waktu tiga tahun.
  7. h5-Index dan h5-Median: Versi dari h-index yang dikembangkan oleh Google Scholar. Ini adalah metrik untuk mengukur dampak dan produktivitas peneliti berdasarkan publikasi di Google Scholar.
  8. Download dan View Counts: Mengukur popularitas dan dampak sebuah publikasi berdasarkan jumlah unduhan dan tampilan.
  9. Peer Review Score: Penilaian oleh para ahli dalam bidang penelitian yang sama tentang kualitas dan signifikansi suatu karya.
  10. Open Access Metrics: Mengukur dampak dan distribusi penelitian yang tersedia secara gratis untuk publik.