Mahal tapi (mungkin) tidak bertanggung jawab.
Sebelum masuk ke obrolan utama, saya ingin menyampaikan bahwa tulisan ini dibuat menggunakan Notion. Notion adalah sebuah aplikasi daring serbaguna. Anda dapat menggunakannya sebagai perangkat mencatat, website pribadi, website proyek, bahkan untuk mencatat daftar belanjaan. Karena daring, apapun yang Anda masukkan ke Notion, akan segera tersedia ke seluruh perangkat yang Anda gunakan, laptop, komputer meja, ponsel, dan tablet. Bahkan, dalam kasus saya, Notion saya gunakan untuk menayangkan materi kuliah satu semester, karena saya dapat menempelkan dengan cepat berbagai layanan awan (cloud services) lainnya agar konten menjadi lebih lengkap. Notion, saya pikir, akan cocok untuk para pendidik dan peserta didik. Silahkan klik tautan ini untuk melanggan.
Ok sekarang kita kembali ke konten utama.
Ketika Anda membeli sesuatu, maka mestinya yang Anda beli adalah kualitasnya. Saat membeli sepatu lari, misalnya. Kenapa Anda memilih sepatu yang lebih mahal harganya? Kalau kita anulir faktor gengsi, hampir pasti karena kualitasnya lebih baik atau karena desainnya ciamik.
Apa yang terjadi ketika dalam waktu seminggu, atau baru dipakai lari 20 km, sepatunya sudah rusak, pasti Anda akan komplain. Ke mana Anda akan komplain? Mungkin ke tokonya ya? Dengan harapan Anda bisa mendapatkan pengganti sepatu yang baru.
Namun toko bisa saja menolak. “Kalau sepatu rusak, ibu/bapak harus komplain ke pabrik yang membuat. Ini saya berikan no telpon call center nya”, bisa saja begitu kata pegawai tokonya.
Sekarang apakah Anda bisa mengirimkan protes ke pembuat sepatunya? Tentu bisa. Apalagi di zaman medsos seperti sekarang. Dalam waktu yang bersamaan Anda bisa mengirimkan komplain ke toko sekaligus ke pabrik sepatunya.
Nah sekarang kalau saya tanya kepada Anda.
Toko dalam hal ini perannya besar atau kecil? Tentu Anda akan menjawab besar perannya. Tapi apakah keberadaannya tidak tergantikan? Tentu akan Anda jawab bisa digantikan, karena kalau tidak membelinya di Toko A, Anda dapat membelinya di Toko B.
Jadi sebesar atau sekeren apa tokonya, posisinya masih dapat digantikan toko yang lain. Bahkan pasti Anda setuju kalau saya bilang, produk sepatu lari tertentu tidak dijual di toko yang besar, tapi justru ada di toko yang lebih kecil atau lebih tidak keren.
Ya betul. Posisi toko di sini adalah perantara atau penghubung antara produsen (pabrik sepatu) dengan pelanggan, yaitu Anda. Jadi toko akan selalu mempercantik tokonya agar lebih cantik dibanding toko sebelah untuk menarik perhatian Anda. Agar Anda masuk ke toko itu, bukan ke toko yang lain.

Jadi dalam ekosistem sepatu lari, setidaknya ada empat pemangku kepentingan: