Berdasarkan data dari 85 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara bulan Juli periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 26.2 °C (dalam range normal 20.8 °C - 28.0 °C) dan suhu udara rata-rata bulan Juli 2021 adalah sebesar 26.9 °C. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, anomali suhu udara rata-rata pada bulan Juli 2021 merupakan anomali positif dengan nilai sebesar 0.7 °C. Anomali suhu udara Indonesia pada bulan Juli 2021 ini merupakan nilai anomali tertinggi ke-2 sepanjang periode data pengamatan sejak 1981.


Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada bulan Juli 2021 yang diperoleh dari 85 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan nilai positif. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung - Cilacap (sebesar 1.4 °C), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri - Palu (sebesar -0.3 °C)

Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata bulan Juli 2021 dengan bulan Juni 2021 yang diperoleh dari 85 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia umumnya menunjukkan nilai negatif yang dominan, dengan hanya sebagian kecil yang bernilai positif. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Klimatologi Tangsel - Banten (sebesar 0.6 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin - Bima (sebesar -1.1 °C).

Anomali suhu udara tahunan adalah perbandingan suhu udara pada tahun tertentu, relatif terhadap rata-rata periode normal (dalam hal ini adalah rentang waktu tahun 1981-2010). Berdasarkan data dari 91 stasiun pengamatan BMKG, normal suhu udara periode 1981-2010 di Indonesia adalah sebesar 26.6 °C dan suhu udara rata-rata tahun 2020 adalah sebesar 27.3 °C.
<aside> 💡 Untuk wilayah Indonesia secara keseluruhan, tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.8 °C sepanjang periode pengamatan 1981 hingga 2020. Tahun 2020 sendiri menempati urutan kedua tahun terpanas dengan nilai anomali sebesar 0.7 °C, dengan tahun 2019 berada di peringkat ketiga dengan nilai anomali sebesar 0.6 °C. Sebagai perbandingan, informasi suhu rata-rata global yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) di laporan terakhirnya pada awal Desember 2020 juga menempatkan tahun 2016 sebagai tahun terpanas (peringkat pertama), dengan tahun 2020 sedang on-the-track menuju salah satu dari tiga tahun terpanas yang pernah dicatat.
</aside>

Anomali suhu udara rata-rata per-stasiun pada tahun 2020 yang diperoleh dari 91 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia hampir seluruhnya menunjukkan nilai anomali positif, dengan hanya sebagian kecil yang memiliki nilai anomali negatif. Anomali maksimum tercatat di Stasiun Klimatologi Seram Bagian Barat (sebesar 1.6 °C), sedangkan anomali minimum tercatat di Stasiun Meteorologi Karel Sadsuitubun - Maluku Tenggara (sebesar -0.2 °C).


Perbedaan (selisih) suhu udara rata-rata tahun 2020 dengan tahun 2019 yang diperoleh dari 91 stasiun pengamatan BMKG di Indonesia menunjukkan nilai yang cukup beragam dengan komposisi perbandingan yang relatif seimbang antara jenis perbedaan positif dan jenis perbedaan negatif. Perbedaan positif terbesar tercatat di Stasiun Klimatologi Seram Bagian Barat (sebesar 1.3 °C), sedangkan perbedaan negatif terbesar tercatat di Stasiun Meteorologi Mozez Kilangin - Mimika (sebesar -0.4 °C).
