Masih ingat Aulia Yeru? Setahun lalu, saya bicara dengan mahasiswa S3 UNSW ini tentang seni fotografi, hubungannya dengan kualitas air, dan sains secara umum.

Tadi pagi kami bertemu lagi. Kali ini dia sudah melangkah ke tahap pengambilan data lapangan, jadi sampai September 2023, dia akan berulang kali mencelup kain ke dalam air Sungai Cikapundung atau di muaranya ke Sungai Citarum. Tahun ini pula ia harus memutuskan batasan pembahasan disertasinya. Apakah akan lebih dekat dengan seni, atau ia mencoba memasukkan berbagai komponen sosial yang terjadi di sekitar sungai.

Saya hanya bertanya, “bisa gitu ya?”

Dia hanya jawab, “ya bisa saja mas.”

https://www.youtube.com/watch?v=8qhEiRJbdh4&t=79s

Tentang kebebasan yang diberikan promotornya

Ketika saya tanya tentang lingkup risetnya, apakah uji coba yang dilakukannya tahun lalu dianggap OK oleh promotornya, dan apakah ide awalnya disetujui. Jawabannya sederhana, iya tidak ada penolakan. Intinya ia diberi kebebasan oleh promotornya untuk menentukan arah dan lingkup penelitiannya.

Jadi bisa saja risetnya didominasi tentang material dan teknik pencelupan, bisa juga dikembangkan sampai ke dinamika sungai dan warga yang hidup di sekitarnya. Ada domain seni, domain fisik, dan domain sosial.

Untitled

Tentang potensi hubungan seni dan ilmu rekayasa