Naskah akademik ini mengkaji pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan fokus pada dua komponen utama: dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan signifikan dalam sistem pengelolaan kedua kelompok ini, terutama dalam aspek: (1) pengembangan karir profesional, (2) sistem penghargaan dan remunerasi, (3) keterlibatan dalam pengambilan keputusan institusi, dan (4) kesempatan pelatihan dan pengembangan kompetensi.
ITB telah memiliki kerangka regulasi yang komprehensif melalui Peraturan Senat Akademik No. 10 tahun 2024 dan sistem HRIS untuk mendukung pengelolaan SDM. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk: (1) ketimpangan pengembangan karir antara dosen muda-senior, (2) perbedaan kesempatan antara PNS-non PNS, (3) terbatasnya jalur pengembangan profesional bagi tendik, dan (4) belum optimalnya pemanfaatan data HRIS untuk pengambilan keputusan strategis.
Transformasi menyeluruh diperlukan untuk mengembangkan pendekatan yang mengintegrasikan konsep human resources (fokus pada efisiensi dan produktivitas) dan human capital (fokus pada pengembangan potensi individu). Rekomendasi utama mencakup: (1) penyempurnaan sistem administrasi kepegawaian berbasis digital, (2) pengembangan program pelatihan yang lebih komprehensif termasuk soft skills dan digital literacy, (3) implementasi mekanisme penilaian kinerja 360-derajat yang lebih apresiatif terhadap kontribusi individual, dan (4) reformasi sistem remunerasi yang lebih berkeadilan. Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan profesional untuk mendukung visi ITB sebagai perguruan tinggi kelas dunia.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya Naskah Akademik Satuan Tugas Majelis Wali Amanat tentang Pengelolaan Sumber Daya Manusia di Institut Teknologi Bandung. Naskah ini disusun sebagai respons terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi ITB dalam mengelola aset terpenting institusi, yaitu sumber daya manusianya—baik dosen maupun tenaga kependidikan.
ITB telah memiliki sejarah panjang sebagai institusi pendidikan tinggi terkemuka yang konsisten meraih pencapaian akademik tinggi, tercermin dalam posisinya sebagai World Class University. Pencapaian ini tidak terlepas dari dedikasi dan kontribusi seluruh sivitas akademika. Namun, dalam perjalanannya, kami menyadari bahwa masih terdapat kesenjangan signifikan dalam pengelolaan SDM, khususnya terkait pengembangan karir, sistem penghargaan, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan institusional antara dosen dan tenaga kependidikan.
Naskah akademik ini disusun berdasarkan kajian mendalam terhadap kondisi eksisting pengelolaan SDM di ITB, dengan mengidentifikasi berbagai kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi. Kami berharap analisis komprehensif yang disajikan dapat menjadi landasan bagi transformasi sistem pengelolaan SDM yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada pengembangan potensi seluruh komponen SDM.
Kami menyadari bahwa transformasi menyeluruh memerlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan di ITB. Oleh karena itu, rekomendasi yang disampaikan dalam naskah ini dirancang untuk dapat diimplementasikan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek regulasi, sistem informasi, pengembangan kompetensi, dan budaya organisasi.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan naskah akademik ini, termasuk para dosen, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan lainnya yang telah memberikan masukan berharga. Semoga naskah ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ITB menuju institusi pendidikan tinggi yang lebih unggul dan berkelanjutan.
Bandung, 24 Desember 2025
Tim Penulis / Satuan Tugas Majelis Wali Amanat ITB
Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi penting bagi keberhasilan institusi pendidikan tinggi. Pengelolaan SDM yang efektif tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, tetapi juga berperan krusial dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi individu, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi optimal. Selain itu, sistem pengelolaan yang baik mampu meningkatkan kepuasan kerja, menurunkan tingkat turnover, dan membantu institusi beradaptasi dengan perubahan teknologi serta kebijakan yang terus berkembang.
Dokumen ini mengkaji pengelolaan SDM di perguruan tinggi dengan mengambil studi kasus Institut Teknologi Bandung (ITB). Meskipun konteksnya spesifik pada ITB, tantangan dan strategi yang dibahas memiliki relevansi luas bagi institusi pendidikan tinggi lainnya di Indonesia maupun global. Evaluasi berkala terhadap sistem pengelolaan SDM diperlukan untuk memastikan bahwa strategi dan kebijakan tetap relevan dengan tuntutan zaman, perkembangan teknologi, dan kebutuhan institusi. Perubahan seperti digitalisasi, internasionalisasi pendidikan, dan tuntutan akan inovasi mengharuskan perguruan tinggi memiliki sistem pengelolaan SDM yang adaptif dan responsif—mencakup penyesuaian dalam rekrutmen, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, hingga strategi retensi talenta terbaik.
<aside> 💡