
VICE https://www.vice.com/en/article/vb98b8/photographed-the-worlds-dirtiest-river-for-eight-years-indonesia-photos
Bandung - [14/7/2023]
Sungai Cikapundung, sebuah aliran sungai yang terkenal di Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia, menghadapi masalah kontaminasi yang serius yang mengancam lingkungan setempat dan kesehatan masyarakat. Berbagai studi dan upaya pemantauan telah mengungkap tingkat kontaminasi yang mengkhawatirkan di sungai ini, yang terutama disebabkan oleh pembuangan limbah yang tidak terkendali dari kegiatan domestik maupun non-domestik [Yustiani et al., 2019].
Pemerintah Kota Bandung, bekerja sama dengan lembaga lingkungan, telah berjuang mengatasi tantangan pengelolaan limbah di Sungai Cikapundung. Diperkirakan setidaknya 13 ton limbah dikumpulkan dari sungai ini setiap harinya, menyoroti besarnya masalah ini. Sungai yang dulunya merupakan sumber air vital bagi masyarakat setempat, kini sangat terpolusi, penuh dengan sampah plastik dan zat berbahaya [Galuh, 2023].
Kontaminasi Sungai Cikapundung telah menyebabkan konsekuensi serius bagi ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Penurunan kualitas air, penurunan populasi ikan, dan dampak negatif pada kehidupan akuatik hanya beberapa efek merugikan yang teramati [Galuh, 2023]. Situasi ini membutuhkan tindakan segera untuk mengatasi polusi dan mengembalikan kesehatan sungai.
Upaya sedang dilakukan untuk mengembangkan sistem informasi terintegrasi untuk pemantauan dan pemodelan Sungai Cikapundung [Yustiani and Lidya, 2016]. Sistem ini bertujuan untuk menyediakan data berharga dan wawasan untuk membimbing strategi pengelolaan yang efektif dan mengurangi polusi lebih lanjut. Kerja sama antara pemerintah setempat, lembaga pendidikan, dan masyarakat sangat penting dalam mengimplementasikan solusi yang berkelanjutan [Yustiani et al., 2019].
Pemerintah Kota Bandung, bersama dengan pemangku kepentingan terkait, berkomitmen untuk mengatasi masalah kontaminasi di Sungai Cikapundung. Langkah-langkah seperti inisiatif pengelolaan limbah, kampanye kesadaran publik, dan regulasi yang lebih ketat sedang dipertimbangkan untuk mencegah polusi lebih lanjut dan mengembalikan sungai ke kondisi semula [Galuh, 2023], terutama berdasarkan survei hidrogeologi, dipahami bahwa terdapat interaksi yang sangat erat antara sungai dan air tanah [Darul et al., 2016; Puradimaja and Lubis, 2000].
Kontaminasi Sungai Cikapundung menjadi pengingat akan perlunya pengelolaan kualitas air yang komprehensif dan perlindungan lingkungan. Menjaga sungai-sungai kita dan menjamin kesejahteraan generasi saat ini dan masa depan adalah tanggung jawab bersama.
Dr. Dasapta Erwin Irawan Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung dasaptaerwin [at] itb [.] itb [.] ac [.] id
Twitter + ID = @dasaptaerwin
Rujukan: