Akhirnya kami menerima surel ini We are pleased to inform you that the review process of your manuscript #63663 "International disparities in open access practices in the Earth Sciences" has been completed and it was accepted for publication. Artikel ini dikirim pertama kali ke journal European Science Editing di akhir tahun 2020 (posisi Q2 menurut survey tahun 2019), tapi baru lolos peninjauan sejawat hari ini 25 Mei 2021 ketika posisi kuartilnya adalah Q3 menurut hasil survey tahun 2020.
Walaupun saya dan Tim Penulis tidak peduli, ini hanya satu bukti saja bahwa penilaian berdasarkan posisi kuartil ini sangat rentan berubah, seperti harga saham. Suatu saat harus bisa diubah. Walaupun belum terbit, tapi naskah versi terakhir bisa dibaca di tautan server Earth Arxiv ini.
Kiasan bahwa posisi kuartil seperti harga saham sangat ditentukan oleh jumlah sitasi yang bisa naik atau turun tanpa kendali. Jadi ada yang turun dan ada pula yang naik posisi kuartilnya.
Menurut aturan yang berlaku, posisi kuartil yang dijadikan acuan penilaian adalah posisi kuartil saat artikel terbit. Padahal hampir pasti, keputusan memilih Jurnal A dan bukan Jurnal B, ditentukan posisi kuartil juarnal saat artikel akan dikirimkan (submit).
Sekedar informasi, bahwa rumus Scimago memperhitungkan jumlah sitasi artikel yang terbit selama 2 tahun terakhir. Jadi posisi yang baru diumumkan di tahun 2021 tempo hari, adalah kinerja tahun 2020, atau hasil survei di tahun 2020. Jadi artikel yang diterbitkan jurnal bersangkutan pada tahun 2018, 2019, dan 2020, turut menentukan posisi kuartil jurnal di tahun 2020. Jadi kalau ibu dan bapak ingin punya keyakinan lebih besar bahwa posisi kuartil jurnal akan tetap sama dengan posisi kuartil saat artikel dikirimkan, ada baiknya melihat jumlah sitasi rata-rata artikel-artikel yang terbit dalam kurun waktu 2 tahun sebelumnya.
<aside> 💡 Misal kalau ingin mengirimkan artikel di tahun ini, ibu dan bapak bisa membuka scopus dan mencari angka rata-rata jumlah sitasi artikel yang terbit di jurnal yang akan dipilih. Kalau terlihat proyeksinya naik atau setidaknya flat, maka bisa diprediksi posisi kuartilnya di tahun depan akan sama dengan posisi tahun ini.
</aside>
Kiasan posisi kuartil seperti harga saham menjadi lebih cocok, karena konon para pemain saham juga melakukan analisis yang sama, ketika memutuskan untuk membeli saham.
Jadi tampaknya kita perlu berpikir ulang ketika akan menyampaikan ke mahasiswa S2/S3 tentang bagaimana cara memilih jurnal ilmiah. Tidak perlu lagi kita minta mereka melihat anggota Dewan Editornya atau siapa saja para peninjaunya. Kita cukup minta mereka mengambil beberapa angka jumlah sitasi, memasukkannya ke Microsoft Excel, dan menggunakan rumus regresi linear untuk memprediksi jumlah sitasi di tahun berikutnya.
Semoga berhasil.