Webinar FKM UGM 09-08-22
Sketchnote from a dummy
Oleh: Dasapta Erwin Irawan (ORCID, Twitter, Youtube, Podcast, Substack, Blog Sains, Blog Hidrogeologi)
Latar belakang
-
Ilmu pengetahuan adalah untuk masyarakat: sejak kecil kita dididik untuk membagikan apa yang kita tahu. Tapi makin dewasa (apalagi berkarir sebagai akademia), seringkali kita melupakan hal itu. Kenapa?
- Malas? Takut kerepotan?
- Karena tidak pernah diminta?
- Takut dijiplak?
- Alasan lain?
-
Selama ini ilmuwan lebih banyak berbicara dengan sesama ilmuwan. Akibatnya jangkauan sains sempit.
- Bagi Anda yang sudah menjadi dosen atau peneliti, mungkin Anda hanya terpapar modus publikasi arus utama.
- Publikasi yang Anda tahu: makalah yang terbit di jurnal, makalah yang dipresentasikan dalam seminar, buku, poster, salindia (ppt).
- Vs diseminasi yang Anda sering tidak lakukan: blogging, vlogging, podcasting, sketchnoting.

-
Sehingga berita bohong (hoax) lebih banyak beredar.


-
Contoh di Indonesia
Upaya yang dianjurkan
- Sivitas akademik perlu melakukan komunikasi sains. 🎤
- Diseminasi luas, bukan hanya publikasi biasa. 🎙
- Perlu dibiasakan sejak masih mahasiswa. ðŸ¦
Yang akan disampaikan di sini adalah
- Membuat sketchnote sebagai media penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan.
- Catatan visual yang menggabungkan teks, gambar, analogi untuk mempermudah pembaca memahami pesan.
- Tahapannya:
- pahami ilmunya (harus membaca) 🤧,
- saring informasinya, 🤕
- cari bentuk penjelasan yang sederhana 🤒, dan
- mulailah menggambar 🤮

Tidak perlu rumit
- Pada dasarnya Anda dapat memulai dengan membuat gambar seperti ini. Sering disebut sebagai peta pikiran (mind map). 😻