WhatsApp Dec 27.jpeg

Webinar Seri Sedekah Ilmu dengan judul "Refleksi Bencana Hidrometeorologi 2023 dan Peluang Keterjadiannya di Tahun 2024" telah dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Desember 2023, pukul 9.00-12.00 WIB. Webinar ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung, bekerja sama dengan UGM, BMKG, dan BRIN. Dalam webinar ini, terdapat pendapat dari empat narasumber:

  1. Dr. Joko Wiratmo, dari Institut Teknologi Bandung
  2. Dr. Siswanto, dari BMKG
  3. Prof. Djati Mardiatno, dari UGM
  4. Prof. Eddy Hermawan, dari BRIN

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya prediksi dan mitigasi bencana hidrometeorologi. Dalam webinar ini dibahas tentang refleksi bencana hidrometeorologi pada tahun 2023 dan peluang keterjadiannya di tahun 2024. Gelombang panas di Asia Selatan pada tahun 2023 memiliki dampak besar, sementara El Nino di Indonesia mempengaruhi curah hujan, kekeringan, dan sektor ekonomi. Kebijaksanaan lokal juga penting dalam mengurangi dampak bencana hidrometeorologi. Prediktabilitas ENSO dan implikasinya terhadap dampak iklim juga dibahas.

Selain itu, akan ada diskusi interaktif dengan para ahli di bidang ini, sehingga peserta dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan yang lebih luas. Webinar ini juga menyediakan kesempatan bagi peserta untuk bertanya langsung kepada para ahli, sehingga dapat mendapatkan jawaban yang memadai terkait pertanyaan-pertanyaan yang mungkin mereka miliki.

Dengan mengikuti webinar ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya upaya prediksi dan mitigasi bencana hidrometeorologi, serta dapat berperan aktif dalam melindungi diri dan komunitas mereka dari ancaman bencana.

Dr. Joko Wiratmo (ITB): Meneropong bencana hidrometeorologi Indonesia

Materi:

Hydrometeorological Disaster Reflection.pptx

Pengamatan dan prediksi bahaya hidrometeorologi di Indonesia merupakan topik yang sangat penting dalam upaya mitigasi bencana. Indonesia adalah negara yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem lainnya.

Dr. Joko Wiratmo, seorang ahli bencana hidrometeorologi Indonesia, telah melakukan penelitian mendalam dalam bidang ini. Melalui penelitiannya, Dr. Joko Wiratmo telah berhasil mengembangkan metode dan model prediksi yang dapat membantu dalam mengidentifikasi dan memprediksi bahaya hidrometeorologi di Indonesia.

Salah satu fokus penelitian Dr. Joko Wiratmo adalah dalam memahami pola cuaca dan iklim di Indonesia. Dengan mempelajari pola cuaca dan iklim yang ada, ia dapat mengidentifikasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi di masa depan. Metode prediksi yang dikembangkan oleh Dr. Joko Wiratmo sangat berharga dalam membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengambil langkah-langkah mitigasi yang tepat guna mengurangi dampak dari bencana hidrometeorologi.

Prediksi ENSO 2023-2024 oleh Peneliti Global

Perkiraan El NiƱo-Southern Oscillation (ENSO) untuk periode 2023-2024 telah menjadi topik penelitian yang menarik bagi para peneliti global. ENSO adalah fenomena iklim alami yang terjadi karena interaksi antara atmosfer dan samudra di kawasan Pasifik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli global, terdapat indikasi kuat bahwa periode ENSO memanjang sampai Mei 2024. Namun demikian, perlu diingat bahwa prediksi ENSO memiliki tingkat ketidakpastian tertentu. Fenomena ini sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga sulit untuk membuat prediksi yang sempurna. Oleh karena itu, prediksi ENSO perlu terus diperbarui dan dipantau secara berkala oleh para peneliti global.

Dalam konteks Indonesia, prediksi ENSO memiliki implikasi yang signifikan terhadap pola curah hujan, suhu, dan kejadian bencana hidrometeorologi lainnya. Pemerintah dan masyarakat perlu melakukan kajian mendalam terkait prediksi ENSO ini guna mengantisipasi dan mengurangi dampaknya.